Dewan Kehormatan PWI
Gd Dewan Pers Lt IV
Jalan Kebon Sirih 34
Jakarta, 10110
Telp : 021-3453131
Fax : 021-3453175
Kebebasan Pers atau Kebablasan Pers
Kamis, 09 September 2010Search :
Rajawali Citra Televisi IndonesiaKOMPASPikiran Rakyat
SURAT KEPUTUSAN DEWAN PERS
Rabu, 20 September 2006
SURAT KEPUTUSAN DEWAN PERS NOMOR: 12/SK-DP/VIII/2006 tentang HASIL VERIFIKASI ORGANISASI WARTAWAN TAHUN 2006 DEWAN PERS
Selengkapnya...
Perlu Diterapkan 'Jurnalisme Civic'
Selasa, 06 Maret 2001
Dewan Kehormatan PWI (DK-PWI) mengimbau para wartawan media cetak dan elektronik untuk menyikapi perkembangan situasi di Indonesia dengan profesionalisme tinggi dan tanggung jawab sosial, serta senantiasa berupaya ikut menciptakan kondisi yang menyejukkan (kondusif) bagi penyelesaian berbagai masalah konflik dan pertikaian politik dan etnis di Indonesia.
Selengkapnya...
DK-PWI : Pers Jangan Menjadi Bagian Dari Konflik
Senin, 17 Januari 2000
Dewan Kehormatan PWI (DK-PWI) sebagai institusi yang bertugas mengawasi pelaksanaan penaatan kode etik jurnalistik merasa perlu mengajak rekan-rekan pers nasional untuk meningkatkan profesiona-lisme dikaitkan dengan perkembangan situasi dan kondisi sosial, politik serta ekonomi bangsa kita akhir-akhir ini. Juga perlu meningkatkan tanggung jawab sosial segenap jajaran pers nasional dalam menyikapi berbagai situasi konflik dengan tetap menjunjung tinggi kemerdekaan pers serta selalu berpedoman kepada etika jurnalistik.
Selengkapnya...
Profesionalisme Wartawan Perlu Ditingkatkan
Senin, 05 Oktober 1998
Dewan Kehormatan PWI (DK-PWI) kembali mengimbau jajaran pers nasional untuk meningkatkan kualitas profesionalisme dengan menaati dan melaksanakan Kode Etik Jurnalistik PWI (KEJ-PWI) secara konsekuen dan konsisten. Lebih-lebih menghadapi globalisa-si informasi serta gelombang perubahan dunia yang sangat cepat dan mendasar di hampir semua bidang kehidupan di satu sisi dan sisi lain krisis ekonomi yang tengah melanda bangsa kita dengan segala dampak negatifnya bagi kehidupan masyarakat sehari hari ditambah suhu politik yang makin memanas menyusul aksi-aksi keprihatinan mahasiswa akhir-akhir ini, semuanya itu menuntut pers nasional tetap bertaat asas dengan menaati norma etika yang telah disepakati.
Selengkapnya...
Era Reformasi Menuntut Profesionalisme Pers
Senin, 29 Juni 1998
Dewan Kehormatan PWI (DK-PWI) dalam rapatnya hari Jumat (26/6/1998) secara khusus melakukan penilaian terhadap pemberi-taan pers akhir-akhir ini. DK-PWI menilai semangat reformasi yang digulirkan, ditambah lagi dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Penerangan (Permenpen) No. 01 tahun 1998 yang mencabut ketentuan tentang pembatalan SIUPP, telah mendorong pers nasional lebih berani mengungkapkan fakta dan data serta penyajian berita/tuli-san yang bersifat investigatif.
Selengkapnya...
DK-PWI : Pers Perlu Meningkatkan Kewaspadaan
Jumat, 27 Februari 1998
Dewan Kehormatan PWI (DK-PWI) dalam rapatnya hari Jumat (27/2/1998) mencatat suhu politik yang makin meningkat dengan Sidang Umum MPR serta akibat dampak krisis ekonomi dan moneter yang memberatkan kehidupan masyarakat luas. Hal itu ditandai oleh serangkaian aksi kerusuhan di berbagai kota, unjuk rasa dan pernyataan pendapat yang tidak hanya berbeda dari berbagai pihak dan kelompok serta golongan dalam masyarakat, tapi sudah menjurus kepada pertentangan secara lebih tajam dan saling menyalahkan ditengah keprihatinan mereka yang sangat mendalam dalam berbagai bentuk dan cara karena bangsa dan negara dihadapkan kepada satu situasi krisis ekonomi yang luar biasa yang tidak bisa diperkira-kan kapan akan berakhir.
Selengkapnya...
 
 Kode Etik Harga Mati